Taufik Sutanto

Data Science, IoT, & Big Data

Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2019

Industri 4.0 belum setengah jalan, tapi Akademisi harus berada jauh di depan. Tujuannya agar investasi yang dilakukan saat ini kelak berbuah pada saat yang tepat dimana industri dan masyarakat membutuhkannya. Atau bahkan perguruan tinggi menjadi driving force arah pengembangan teknologi yang akan menentukan/membentuk masa depan.

Kira-kira seperti apa ya detail lebih lanjut diskusi persiapan Industri 5.0 ini? … Gabung yuk, info lebih lanjut disini: http://sntiki.uin-suska.ac.id/

Asumsi Statistik: Antara Benci & Butuh (Studi Kasus Regresi)

Ketika kita membaca teorema Pytagoras:
“Jika diberikan segitiga siku-siku maka kuadrat panjang sisi miringnya adalah penjumlahan kuadrat dua sisi lainnya”
maka kita akan mudah memahami bahwa akibat (syarat perlu/necessary condition) hanya bisa dipastikan kebenarannya jika asumsi (syarat cukup/sufficient condition) terpenuhi. Artinya kalau diberikan segitiga yang bukan siku-siku, maka tidak ada jaminan (yang diberikan oleh teorema Pytagoras) bahwa panjang kuadrat suatu sisinya merupakan penjumlahan dari kuadrat sisi lainnya (Gambar 1).

Fast Cosine Dissimilarity for Sparse (CSR) Vectors in High-Dimensional Data

Big-Data Scientist bukanlah seorang programmer, ia mungkin tidak memiliki kemampuan untuk membuat software sehandal para programer sejati. Namun tuntutan profesi menuntut mereka untuk mampu membuat High Performance Codes/program. Data scientist (DS) adalah ‘speed freak‘, yang ndak pernah puas kalau tidak bisa mengaplikasikan model statistika/matematika dengan performa yang optimal sesuai dengan teori.